Tournesia Blog - Menuangkan Pengalaman Kedalam Tulisan
  • Home
  • Index
  • Berita
  • Wisata
  • Kuliner
  • Penginapan
  • Layanan
    • Paket Wisata
    • Open Trip
No Result
View All Result
  • Home
  • Index
  • Berita
  • Wisata
  • Kuliner
  • Penginapan
  • Layanan
    • Paket Wisata
    • Open Trip
No Result
View All Result
Tournesia Blog - Menuangkan Pengalaman Kedalam Tulisan
No Result
View All Result
Home Wisata

Orang Baduy Dalam : Mengapa Mereka Menolak Dunia Modern?

admin_tournesia by admin_tournesia
06/08/2026
in Wisata
3k 0
0
Orang Baduy Dalam
348
SHARES
8.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Orang Baduy Dalam merupakan kelompok masyarakat adat yang masih mempertahankan cara hidup tradisional di tengah pesatnya perkembangan zaman. Mereka tinggal di wilayah Pegunungan Kendeng, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, dan dikenal sebagai masyarakat yang memegang teguh aturan adat warisan leluhur. Kehidupan mereka sering menjadi perhatian karena mampu mempertahankan keseimbangan antara manusia dan alam tanpa bergantung pada teknologi modern. Banyak orang ingin mengetahui bagaimana kehidupan sehari-hari orang Baduy Dalam, apa saja aturan yang mereka jalankan, hingga alasan mereka tetap mempertahankan tradisi yang telah diwariskan selama ratusan tahun.

Keunikan orang Baduy Dalam bukan hanya terletak pada pakaian serba putih yang menjadi ciri khas mereka, tetapi juga pada cara mereka memandang kehidupan. Mereka hidup sederhana, mengutamakan kebersamaan, menghormati alam, serta menjalankan berbagai aturan adat yang tidak boleh dilanggar. Segala aktivitas masyarakat dilakukan berdasarkan nilai-nilai yang diwariskan secara turun-temurun. Bahkan, berbagai keputusan penting selalu mempertimbangkan keseimbangan alam dan keharmonisan sosial sehingga kehidupan masyarakat tetap berjalan sesuai adat.

Di tengah meningkatnya minat masyarakat untuk mengenal budaya Nusantara, keberadaan orang Baduy Dalam menjadi salah satu contoh nyata bahwa tradisi dapat bertahan berdampingan dengan perkembangan dunia modern. Tidak sedikit wisatawan maupun peneliti yang datang untuk mempelajari kehidupan mereka secara langsung. Namun, setiap kunjungan harus menghormati aturan adat yang berlaku agar kelestarian budaya tetap terjaga dan masyarakat setempat merasa dihormati.

Sejarah Orang Baduy Dalam dan Asal Usul yang Masih Dijaga Secara Turun-Temurun

Asal-usul orang Baduy Dalam hingga kini masih menjadi pembahasan yang menarik. Berbagai penelitian menyebutkan bahwa masyarakat Baduy merupakan keturunan penduduk Sunda kuno yang memilih mempertahankan tradisi leluhur dibanding mengikuti perubahan sosial yang terjadi di luar wilayah mereka. Dalam kehidupan sehari-hari, mereka menyebut diri sebagai masyarakat Kanekes, sedangkan istilah “Baduy” lebih banyak digunakan oleh masyarakat luar. Sejak dahulu, mereka telah hidup berdampingan dengan alam dan menjalankan aturan adat yang dikenal sebagai pikukuh, yaitu pedoman hidup yang mengatur hampir seluruh aspek kehidupan.

Kepercayaan yang dianut orang Baduy Dalam mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Oleh karena itu, setiap aktivitas, mulai dari bercocok tanam, membangun rumah, hingga mengelola hasil hutan dilakukan dengan penuh pertimbangan agar tidak merusak lingkungan. Prinsip tersebut membuat kawasan tempat tinggal mereka tetap hijau dan lestari meskipun telah dihuni selama berabad-abad. Nilai-nilai inilah yang membuat banyak peneliti menjadikan masyarakat Baduy sebagai contoh keberhasilan pelestarian lingkungan berbasis adat.

Dalam perjalanan sejarahnya, orang Baduy Dalam juga dikenal sebagai masyarakat yang memilih membatasi pengaruh dari luar. Mereka tidak menolak orang asing, tetapi menerapkan aturan yang sangat jelas mengenai interaksi dengan dunia luar. Sikap tersebut bertujuan menjaga kemurnian adat agar tidak mengalami perubahan yang dapat menghilangkan identitas budaya mereka. Hingga saat ini, tradisi tersebut masih dijalankan oleh generasi muda sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.

Menariknya, semakin banyak masyarakat yang ingin memahami budaya mereka melalui Open Trip Baduy karena perjalanan tersebut memberikan kesempatan mengenal adat secara lebih dekat dengan tetap menghormati aturan yang berlaku. Selain itu, pilihan seperti wisata Baduy juga mulai dikenal sebagai alternatif perjalanan budaya yang mengedepankan edukasi dibanding sekadar rekreasi.

Kehidupan Sehari-Hari Orang Baduy Dalam yang Sangat Sederhana

Kehidupan sehari-hari orang Baduy Dalam mencerminkan kesederhanaan yang sulit ditemukan di daerah lain. Mereka memulai aktivitas sejak matahari terbit dengan bekerja di ladang, mengambil hasil hutan secukupnya, atau memperbaiki rumah apabila diperlukan. Tidak ada kendaraan bermotor, listrik, maupun peralatan elektronik yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Seluruh pekerjaan dilakukan secara manual dengan memanfaatkan kemampuan fisik dan alat-alat tradisional yang diwariskan dari generasi sebelumnya. Kesederhanaan tersebut bukan karena keterbatasan, melainkan merupakan bagian dari aturan adat yang wajib dipatuhi.

Rumah-rumah masyarakat dibangun menggunakan bahan alami seperti bambu, kayu, ijuk, dan daun. Proses pembangunannya dilakukan secara gotong royong tanpa menggunakan paku besi sehingga tetap selaras dengan nilai adat yang mereka pegang. Selain menjadi tempat tinggal, rumah juga mencerminkan filosofi hidup orang Baduy Dalam yang mengutamakan keseimbangan, kebersamaan, dan penghormatan terhadap alam. Lingkungan permukiman terlihat bersih karena masyarakat memiliki kesadaran tinggi untuk menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan.

Dalam memenuhi kebutuhan pangan, mereka mengandalkan hasil pertanian seperti padi huma, umbi-umbian, buah-buahan, dan hasil hutan yang diambil secara bijaksana. Aktivitas bertani dilakukan mengikuti kalender adat sehingga seluruh proses berlangsung sesuai ketentuan yang telah diwariskan. Kehidupan tersebut menjadi alasan mengapa masyarakat Baduy Dalam sering dipandang sebagai contoh masyarakat yang mampu hidup selaras dengan lingkungan tanpa mengeksploitasi sumber daya alam secara berlebihan.

Kesederhanaan yang dijalani juga menarik perhatian wisatawan yang ingin menikmati pengalaman jelajah Baduy maupun perjalanan ke Baduy. Meski demikian, setiap pengunjung wajib memahami aturan adat agar keberadaan wisata tidak mengganggu kehidupan masyarakat setempat maupun kelestarian budaya yang telah dijaga selama ratusan tahun.

Aturan Adat Orang Baduy Dalam yang Masih Dipatuhi Hingga Sekarang

Keberadaan orang Baduy Dalam tidak dapat dipisahkan dari aturan adat yang menjadi dasar seluruh aspek kehidupan masyarakatnya. Aturan tersebut dikenal sebagai pikukuh, yaitu pedoman hidup yang diwariskan secara turun-temurun dan tidak boleh diubah oleh siapa pun. Bagi masyarakat Baduy Dalam, adat bukan sekadar tradisi, melainkan sebuah kewajiban yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Oleh karena itu, setiap keputusan, perilaku, hingga hubungan antarsesama selalu berpedoman pada nilai-nilai yang telah ditetapkan oleh para leluhur. Pelanggaran terhadap aturan adat dapat dikenai sanksi sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan masyarakat.

Salah satu aturan yang paling dikenal adalah larangan menggunakan kendaraan bermotor, listrik, telepon genggam, maupun berbagai bentuk teknologi modern. Mereka juga tidak diperbolehkan menggunakan bahan kimia untuk pertanian atau mengubah bentuk alam secara berlebihan. Bahkan, pembangunan rumah harus mengikuti pola tradisional menggunakan bahan-bahan alami tanpa mengubah struktur lingkungan. Aturan tersebut bertujuan menjaga keseimbangan alam sekaligus mempertahankan identitas budaya yang telah berlangsung selama berabad-abad. Inilah yang membuat kehidupan Orang Baduy Dalam tetap terlihat autentik dan berbeda dibandingkan masyarakat pada umumnya.

Selain itu, masyarakat Baduy Dalam juga memiliki aturan mengenai cara berpakaian, tata krama berbicara, hingga aktivitas yang boleh dilakukan pada waktu tertentu. Mereka mengenakan pakaian berwarna putih sebagai simbol kesucian, kejujuran, dan kesederhanaan. Setiap anggota masyarakat diajarkan untuk tidak bersikap berlebihan, tidak serakah terhadap alam, serta selalu mengutamakan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan. Nilai-nilai tersebut diwariskan sejak usia dini sehingga mampu bertahan hingga sekarang tanpa mengalami perubahan yang berarti.

Bagi wisatawan yang ingin mengenal budaya ini, mengikuti eksplorasi Kampung Baduy menjadi pengalaman yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga penuh pembelajaran. Pengunjung diajak memahami bahwa aturan adat bukanlah pembatas kehidupan, melainkan cara masyarakat menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan budaya agar tetap lestari dari generasi ke generasi.

Kepercayaan, Nilai Budaya, dan Filosofi Hidup Orang Baduy Dalam

Salah satu alasan mengapa orang Baduy Dalam mampu mempertahankan tradisinya adalah karena mereka memiliki sistem kepercayaan yang sangat kuat. Kepercayaan tersebut dikenal sebagai Sunda Wiwitan, yaitu ajaran leluhur yang menekankan pentingnya hidup selaras dengan alam, menjaga kejujuran, serta menghormati seluruh makhluk hidup. Dalam pandangan masyarakat Baduy Dalam, manusia hanyalah bagian kecil dari alam sehingga tidak boleh bertindak semena-mena terhadap lingkungan. Filosofi inilah yang menjadi fondasi dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Nilai budaya yang mereka pegang juga tercermin dalam berbagai aktivitas sederhana. Mereka mengutamakan gotong royong ketika membangun rumah, mengolah lahan pertanian, maupun membantu keluarga yang membutuhkan. Tidak ada perbedaan mencolok berdasarkan kekayaan atau status sosial karena seluruh anggota masyarakat dipandang memiliki kedudukan yang sama di hadapan adat. Sikap saling menghormati dan hidup sederhana menjadi bagian penting yang terus ditanamkan kepada setiap generasi agar identitas budaya tetap terjaga.

Hubungan masyarakat dengan alam juga sangat istimewa. Hutan dianggap sebagai titipan yang harus dijaga, bukan sebagai sumber kekayaan yang dapat dieksploitasi tanpa batas. Oleh sebab itu, penebangan pohon dilakukan dengan aturan yang ketat, sementara sungai dan sumber mata air selalu dijaga kebersihannya. Cara pandang tersebut menjadikan wilayah tempat tinggal orang Baduy Dalam tetap asri meskipun telah dihuni selama ratusan tahun. Banyak pemerhati lingkungan menjadikan pola hidup mereka sebagai contoh praktik pelestarian alam berbasis budaya lokal.

Tidak sedikit pengunjung yang datang untuk mengenal lebih dekat adat Orang Baduy Dalam karena nilai-nilai kehidupan mereka memberikan banyak pelajaran mengenai kesederhanaan, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap alam. Pengalaman tersebut juga sering dipilih oleh wisatawan yang mengikuti liburan budaya Baduy untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai kekayaan budaya Indonesia.

Larangan yang Berlaku bagi Orang Baduy Dalam dan Pengunjung

Salah satu hal yang paling sering dicari mengenai orang Baduy Dalam adalah berbagai larangan yang berlaku, baik bagi masyarakat setempat maupun bagi tamu yang datang berkunjung. Larangan tersebut dibuat bukan untuk membatasi kebebasan, melainkan menjaga kesucian adat dan kelestarian lingkungan yang telah diwariskan oleh para leluhur. Oleh sebab itu, setiap orang yang memasuki wilayah Baduy Dalam diharapkan menghormati seluruh aturan yang berlaku tanpa terkecuali.

Bagi masyarakat Baduy Dalam sendiri, terdapat berbagai larangan seperti menggunakan kendaraan bermotor, memanfaatkan listrik, memakai alat elektronik, hingga mengenakan pakaian yang tidak sesuai adat. Mereka juga tidak diperbolehkan mengubah aliran sungai, merusak hutan, atau mengambil hasil alam secara berlebihan. Bahkan, dalam kegiatan pertanian pun mereka tetap menggunakan metode tradisional tanpa bantuan mesin modern maupun bahan kimia. Semua aturan tersebut dijalankan secara konsisten sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus upaya menjaga keseimbangan alam.

Sementara itu, pengunjung juga memiliki sejumlah kewajiban yang harus dipatuhi. Di beberapa wilayah Baduy Dalam, wisatawan tidak diperkenankan mengambil foto atau video tanpa izin sesuai ketentuan adat yang berlaku. Selain itu, tamu harus menjaga sikap, tidak membuang sampah sembarangan, tidak membawa minuman beralkohol, serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketenangan masyarakat. Menghormati aturan ini merupakan bentuk penghargaan terhadap budaya yang telah bertahan selama berabad-abad.

Kepatuhan terhadap aturan tersebut menjadi alasan mengapa suku Baduy Dalam tetap mampu mempertahankan identitas budayanya hingga saat ini. Berbagai pengalaman dari wisatawan juga menunjukkan bahwa menghormati adat justru membuat perjalanan menjadi lebih bermakna karena mereka dapat melihat secara langsung bagaimana sebuah komunitas menjaga tradisi, alam, dan nilai kehidupan dengan penuh konsistensi.

Perbedaan Orang Baduy Dalam dan Baduy Luar yang Sering Disalahpahami

Banyak orang mengira seluruh masyarakat Baduy memiliki pola hidup yang sama, padahal terdapat perbedaan yang cukup jelas antara orang Baduy Dalam dan Baduy Luar. Perbedaan tersebut bukan menunjukkan adanya tingkatan sosial, melainkan pembagian wilayah adat dan tingkat penerapan aturan yang berlaku. Orang Baduy Dalam dikenal sebagai kelompok yang menjalankan adat paling ketat, sedangkan Baduy Luar berperan sebagai wilayah penyangga yang memiliki interaksi lebih luas dengan masyarakat luar. Meski demikian, keduanya tetap berada dalam satu kesatuan masyarakat adat Kanekes yang memiliki akar budaya yang sama.

Perbedaan paling mudah dikenali adalah dari pakaian yang dikenakan. Orang Baduy Dalam memakai pakaian berwarna putih dengan ikat kepala putih sebagai simbol kesucian, kesederhanaan, dan kejujuran. Sementara itu, masyarakat Baduy Luar umumnya menggunakan pakaian berwarna hitam atau biru tua dengan ikat kepala bermotif batik khas Baduy. Selain penampilan, tingkat penerimaan terhadap perkembangan zaman juga berbeda. Baduy Luar relatif lebih terbuka dalam berinteraksi dengan masyarakat luar, meskipun mereka tetap menjaga adat dan budaya yang diwariskan oleh leluhur.

Dalam kehidupan sehari-hari, orang Baduy Dalam tetap konsisten menjalankan berbagai larangan adat, termasuk tidak menggunakan kendaraan, listrik, maupun peralatan elektronik modern. Mereka juga menjaga kawasan hutan adat dengan sangat ketat sebagai bagian dari amanah leluhur. Sebaliknya, sebagian masyarakat Baduy Luar telah melakukan penyesuaian tertentu untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, seperti menjual hasil kerajinan tangan atau menerima kunjungan wisatawan dalam jumlah yang lebih banyak. Perbedaan ini tidak mengurangi rasa persaudaraan di antara keduanya karena mereka tetap berada dalam satu sistem adat yang sama.

Memahami perbedaan tersebut akan membantu masyarakat menghargai keberagaman budaya tanpa memunculkan anggapan yang keliru. Tradisi Orang Baduy Dalam merupakan bagian penting dari identitas budaya Indonesia yang masih bertahan hingga sekarang. Sementara itu, banyak wisatawan juga memilih mengikuti trekking budaya Baduy untuk mengenal secara langsung perbedaan kehidupan Baduy Dalam dan Baduy Luar dengan tetap mematuhi seluruh aturan adat yang berlaku.

Fakta Unik Orang Baduy Dalam yang Jarang Diketahui

Di balik kesederhanaan hidupnya, orang Baduy Dalam memiliki banyak fakta unik yang sering membuat orang kagum. Salah satunya adalah kemampuan mereka menghafal jalur hutan tanpa bantuan peta maupun alat navigasi modern. Sejak kecil, masyarakat diajarkan mengenali alam melalui pengalaman langsung sehingga mereka memahami arah perjalanan berdasarkan kondisi lingkungan, posisi matahari, hingga karakteristik pepohonan. Pengetahuan tersebut diwariskan secara lisan dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Fakta menarik lainnya adalah kemampuan masyarakat menjaga kelestarian lingkungan secara konsisten selama ratusan tahun. Kawasan hutan di sekitar permukiman tetap terpelihara karena masyarakat hanya memanfaatkan sumber daya alam sesuai kebutuhan. Mereka tidak mengenal konsep eksploitasi berlebihan, sehingga keseimbangan ekosistem tetap terjaga. Sungai yang mengalir di wilayah Baduy pun terkenal jernih karena masyarakat memiliki kesadaran tinggi untuk tidak mencemarinya dengan limbah ataupun bahan kimia. Cara hidup seperti ini menjadi contoh nyata bahwa pelestarian lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana.

Orang Baduy Dalam juga dikenal memiliki ikatan sosial yang sangat kuat. Nilai gotong royong bukan sekadar slogan, melainkan benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika membangun rumah, mengolah ladang, atau menghadapi kesulitan, seluruh anggota masyarakat saling membantu tanpa mengharapkan imbalan. Hubungan kekeluargaan yang erat inilah yang membuat kehidupan mereka tetap harmonis meskipun hidup jauh dari berbagai fasilitas modern. Nilai tersebut menjadi salah satu alasan mengapa banyak peneliti menjadikan masyarakat Baduy sebagai objek kajian budaya.

Keunikan-keunikan tersebut membuat budaya Orang Baduy Dalam terus menarik perhatian masyarakat Indonesia maupun wisatawan mancanegara. Bagi sebagian orang, pengalaman mengikuti paket wisata Baduy bukan hanya tentang mengunjungi sebuah kampung adat, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempelajari nilai kehidupan yang mengajarkan kesederhanaan, kebersamaan, dan rasa hormat terhadap alam.

Orang Baduy Dalam dalam Perspektif Budaya Indonesia Masa Kini

Di tengah derasnya arus globalisasi, orang Baduy Dalam menjadi salah satu simbol penting pelestarian budaya Indonesia. Ketika banyak tradisi mulai mengalami perubahan akibat perkembangan teknologi dan modernisasi, masyarakat Baduy Dalam tetap mempertahankan identitas mereka dengan penuh konsistensi. Sikap tersebut menunjukkan bahwa kemajuan zaman tidak selalu harus menghilangkan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan oleh leluhur. Justru keberadaan mereka menjadi pengingat bahwa tradisi memiliki peran besar dalam membentuk karakter masyarakat dan menjaga hubungan harmonis dengan lingkungan.

Perhatian masyarakat terhadap orang Baduy Dalam juga terus meningkat dari tahun ke tahun. Banyak kalangan akademisi, pelajar, hingga wisatawan datang untuk mempelajari cara hidup mereka secara langsung. Namun, meningkatnya minat tersebut perlu diimbangi dengan kesadaran untuk selalu menghormati aturan adat. Setiap kunjungan seharusnya tidak hanya berorientasi pada dokumentasi atau hiburan, melainkan menjadi sarana belajar mengenai pentingnya menjaga budaya dan alam. Pendekatan seperti inilah yang mampu menciptakan hubungan saling menghormati antara masyarakat adat dengan para pengunjung.

Selain menjadi destinasi wisata budaya, orang Baduy Dalam juga memberikan inspirasi dalam berbagai bidang, mulai dari pelestarian lingkungan, pendidikan karakter, hingga kehidupan sosial yang mengedepankan gotong royong. Nilai-nilai seperti hidup sederhana, tidak berlebihan dalam memanfaatkan sumber daya alam, serta menjaga keseimbangan antara manusia dan lingkungan semakin relevan untuk diterapkan dalam kehidupan modern. Banyak pihak menilai bahwa prinsip-prinsip tersebut dapat menjadi contoh dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan di masa depan.

Keberadaan komunitas Orang Baduy Dalam membuktikan bahwa kekayaan budaya Indonesia tidak hanya tersimpan dalam bangunan bersejarah atau kesenian tradisional, tetapi juga tercermin dari cara hidup masyarakat adat yang masih bertahan hingga kini. Dengan memahami sejarah, adat, kepercayaan, serta nilai-nilai yang mereka pegang, masyarakat dapat semakin menghargai warisan budaya Nusantara sekaligus berperan dalam menjaga kelestariannya bagi generasi yang akan datang.

Tags: Adat BaduyBaduy BantenBaduy DalamBudaya BaduyKehidupan Baduymasyarakat baduyorang baduy dalamSuku Adat IndonesiaSuku BaduyWisata Baduy
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
admin_tournesia

admin_tournesia

  • Trending
  • Comments
  • Latest
tiket masuk wisata baduy luar

Tiket Masuk Wisata Baduy Luar Panduan Lengkap Pengunjung

21/01/2025
Keunikan Menginap di Baduy Luar

Solo Backpacker ke Baduy Panduan Perjalanan Berpetualang

21/01/2025
Harga Penginapan di Baduy Luar

Harga Penginapan di Baduy Luar dan Tips Liburan Hemat

21/01/2025
Dieng Banjarnegara Sejarah dan Asal Usul Tempat Para Dewa

Dieng Banjarnegara : Sejarah dan Asal Usul Tempat Para Dewa

29/06/2025
Itinerary Open Trip Baduy 2 Hari 1 Malam Lengkap dan Terbaru Tournesia

Itinerary Open Trip Baduy 2 Hari 1 Malam Lengkap dan Terbaru

16
Rute ke Baduy Dalam Lewat Ciboleger Panduan Lengkap

Rute ke Baduy Dalam Lewat Ciboleger Panduan Lengkap

14

Harga Open Trip Baduy Paket Wisata Baduy Murah Terbaik

13
Harga Open Trip Baduy 2026

Harga Open Trip Baduy 2026 Terbaru dan Promo Resmi

12
Hotel Santika Belitung

Hotel Santika Belitung, Mengapa Ratingnya Selalu Tinggi?

07/08/2026
Banda Neira Airport

Banda Neira Airport, Bandara Kecil dengan Pesona Besar!

07/08/2026
One Day Trip 3 Pulau

One Day Trip 3 Pulau, Liburan Sehari yang Bikin Nagih

06/08/2026
Orang Baduy Dalam

Orang Baduy Dalam : Mengapa Mereka Menolak Dunia Modern?

06/08/2026

Recent News

Hotel Santika Belitung

Hotel Santika Belitung, Mengapa Ratingnya Selalu Tinggi?

07/08/2026
Banda Neira Airport

Banda Neira Airport, Bandara Kecil dengan Pesona Besar!

07/08/2026
One Day Trip 3 Pulau

One Day Trip 3 Pulau, Liburan Sehari yang Bikin Nagih

06/08/2026
Orang Baduy Dalam

Orang Baduy Dalam : Mengapa Mereka Menolak Dunia Modern?

06/08/2026
Tournesia Blog – Menuangkan Pengalaman Kedalam Tulisan

TOURNESIA adalah Tour Travel yang memberikan layanan paket wisata keluarga, study tour, family gathering, outing kantor (meeting sambil rekreasi), dan open trip

Follow Us

HUBUNGI KAMI

  • Jl. Anggrek Raya, Perum Pabuaran Indah Blok A.1 No:3, Cibinong – Bogor – Indonesia. 16816
  • 0811-805-304
  • 0811-805-304
  • [email protected]

MENU

  • Paket Wisata
  • Open Trip
  • Booking
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Blog

DOWNLOAD

  • download android
  • download ios
  • Blog
  • Home
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak Kami
  • Periklanan
  • Tentang Kami

© 2024 Tournesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Index
  • Berita
  • Wisata
  • Kuliner
  • Penginapan
  • Layanan
    • Paket Wisata
    • Open Trip

© 2024 Tournesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In