Tournesia Blog - Menuangkan Pengalaman Kedalam Tulisan
  • Home
  • Index
  • Berita
  • Wisata
  • Kuliner
  • Penginapan
  • Layanan
    • Paket Wisata
    • Open Trip
No Result
View All Result
  • Home
  • Index
  • Berita
  • Wisata
  • Kuliner
  • Penginapan
  • Layanan
    • Paket Wisata
    • Open Trip
No Result
View All Result
Tournesia Blog - Menuangkan Pengalaman Kedalam Tulisan
No Result
View All Result
Home Berita

Revitalisasi Keraton Solo Rp150 Miliar, Apa yang Berubah?

admin_tournesia by admin_tournesia
26/09/2026
in Berita
250 0
0
Revitalisasi Keraton Solo Rp150 Miliar, Apa yang Berubah
101
SHARES
2.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Revitalisasi Keraton Solo memasuki tahap baru setelah pemerintah memulai penataan 13 titik di kawasan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Program yang diproyeksikan menggunakan anggaran sekitar Rp150 miliar itu tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki bangunan bersejarah, tetapi juga memperkuat fungsi Keraton sebagai pusat budaya, pendidikan, literasi, dan wisata sejarah.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mencanangkan revitalisasi melalui peletakan batu pertama di Keraton Surakarta. Menurut laporan TVRI News, penataan tersebut mencakup konservasi bangunan dan koleksi, pembenahan museum serta perpustakaan, hingga penguatan tradisi yang masih hidup di lingkungan Keraton.

Keraton Kasunanan Surakarta bukan sekadar destinasi yang menyimpan arsitektur lama. Kawasan yang dibangun pada 1744–1745 itu memiliki pusaka, manuskrip, tradisi, pengetahuan, serta tata kehidupan budaya Jawa yang saling berkaitan. Karena itu, revitalisasi tidak dapat dipahami sebagai proyek renovasi biasa. Penanganan fisik harus berjalan seiring dengan perlindungan nilai sejarah dan budaya yang membentuk identitas Keraton.

ANTARA melaporkan, anggaran sekitar Rp150 miliar akan digunakan secara bertahap. Sejumlah titik prioritas telah memasuki proses lelang, termasuk Museum Keraton. Pemerintah juga mempertimbangkan kerja sama pemerintah dan badan usaha untuk mendukung penataan kawasan secara berkelanjutan.

Ini 13 Titik Keraton Surakarta yang Menjadi Prioritas

Penataan revitalisasi Keraton Solo mencakup area yang memiliki fungsi berbeda-beda, mulai dari ruang seremoni, museum, bangunan hunian tradisional, hingga panggung kebudayaan. Keberagaman fungsi inilah yang membuat proyek tersebut perlu dikerjakan dengan pendekatan konservasi, bukan sekadar pembangunan baru.

Menurut TVRI News, titik yang masuk dalam rencana revitalisasi meliputi Pagelaran, Sitinggil, Museum Keraton, Kasentanan, Panti Pidana, Keraton Kilen atau Kulon, Keputren, Ndalem Ageng, kawasan Kamandungan, Bangsal Pradonggo dan Pradonggo Kidul, Sasana Handrawina, serta Panggung Sangga Buwana. Penanganan juga akan menjangkau sejumlah bangunan di kawasan Keraton Kilen dan Sino Renggo.

Museum Keraton menjadi salah satu bagian yang sangat penting karena berkaitan langsung dengan koleksi dan narasi sejarah. Rencana penataannya mencakup konservasi koleksi, pendataan, inventarisasi, penyesuaian ruang pamer, penguatan cerita sejarah, serta peningkatan kualitas informasi bagi pengunjung. Artinya, wisatawan tidak hanya diharapkan datang untuk melihat benda bersejarah, tetapi juga memahami konteks dan makna koleksi tersebut.

Sementara itu, Panggung Sangga Buwana, Sasana Handrawina, Pagelaran, hingga Sitinggil memiliki nilai penting dalam aktivitas budaya dan upacara. Revitalisasi pada ruang-ruang tersebut diharapkan dapat memperkuat kembali fungsi Keraton sebagai ruang budaya yang aktif, bukan sekadar bangunan yang dipertahankan bentuk fisiknya.

Bukan Hanya Bangunan, Tradisi Keraton Juga Diperkuat

Salah satu poin utama revitalisasi Keraton Solo adalah perhatian terhadap warisan budaya takbenda. Pemerintah menegaskan pembenahan tidak berhenti pada dinding, atap, lantai, atau ornamen bangunan. Nilai, tradisi, tata upacara, pengetahuan, serta peran komunitas di dalam Keraton menjadi bagian yang harus dirawat secara bersamaan.

Dalam keterangannya yang dikutip TVRI News, Fadli Zon menyebut Keraton Surakarta diharapkan berkembang sebagai pusat edukasi, narasi, dan literasi budaya. Hal itu menjadikan museum dan perpustakaan bukan sekadar pelengkap, melainkan ruang penting untuk membuka akses masyarakat terhadap sejarah dan pengetahuan yang tersimpan di Keraton.

Program nonfisik yang disiapkan meliputi peningkatan kapasitas Sentana Dalem dan Abdi Dalem, pewarisan pengetahuan, penguatan narasi budaya, serta pembenahan tata kelola. Pendekatan ini penting agar revitalisasi tidak berhenti ketika konstruksi selesai. Kawasan cagar budaya memerlukan pengelola yang memahami nilai sejarah, kebutuhan konservasi, pengalaman pengunjung, dan keberlanjutan aktivitas budaya.

Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat telah memiliki status Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional. Pemerintah juga menunjuk KGPH Panembahan Agung Tedjowulan sebagai pelaksana pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan kawasan melalui Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2026.

Status tersebut mempertegas bahwa setiap pemanfaatan kawasan harus memperhatikan prinsip pelestarian. Pengembangan wisata dapat dilakukan, tetapi tidak boleh mengorbankan keaslian, nilai sejarah, maupun keberlangsungan tradisi yang menjadi jiwa Keraton.

Dampak bagi Wisata Solo dan Pengelolaan Kawasan

Revitalisasi Keraton Solo berpotensi memperkuat posisi Surakarta sebagai kota tujuan wisata budaya. Selama ini, Solo dikenal melalui batik, kuliner, pasar tradisional, seni pertunjukan, kampung budaya, dan warisan kerajaan Jawa. Keraton Surakarta dapat menjadi simpul yang menghubungkan seluruh pengalaman tersebut dalam satu narasi yang lebih utuh.

Apabila museum tertata, informasi pengunjung diperbaiki, dan agenda budaya dikembangkan secara konsisten, Nesian Trippers dapat memperoleh pengalaman yang lebih mendalam daripada sekadar berfoto di kawasan bersejarah. Wisatawan dapat memahami hubungan antara ruang Keraton, tradisi yang masih dijalankan, koleksi museum, serta kehidupan budaya masyarakat Solo hari ini.

Tantangan terbesarnya terletak pada pengelolaan setelah proyek fisik selesai. ANTARA melaporkan pemerintah bersama pihak Keraton Surakarta akan membentuk manajemen profesional dengan melibatkan pemerintah pusat, Pemerintah Kota Surakarta, dan kerabat Keraton. Langkah tersebut dibutuhkan agar pemeliharaan, program budaya, pelayanan pengunjung, serta pemanfaatan ekonomi kawasan dapat berjalan selaras.

Revitalisasi skala besar ini juga memiliki arti khusus karena, menurut ANTARA, perbaikan kawasan Keraton terakhir dilakukan sekitar 40 tahun lalu pada area Sasana Pagelaran. Karena itu, proyek Rp150 miliar ini akan menjadi ujian penting: apakah penataan mampu menjaga keaslian cagar budaya sekaligus membuat Keraton Surakarta lebih terbuka, terawat, dan relevan bagi generasi mendatang.

Tags: budaya Jawacagar budayaFadli ZonKeraton Surakartamuseum Keraton Surakartarevitalisasi Keraton SoloTag Blog: Keraton Solowisata sejarah Solowisata Solo
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
admin_tournesia

admin_tournesia

  • Trending
  • Comments
  • Latest
tiket masuk wisata baduy luar

Tiket Masuk Wisata Baduy Luar Panduan Lengkap Pengunjung

21/01/2025
Keunikan Menginap di Baduy Luar

Solo Backpacker ke Baduy Panduan Perjalanan Berpetualang

21/01/2025
Harga Penginapan di Baduy Luar

Harga Penginapan di Baduy Luar dan Tips Liburan Hemat

21/01/2025
Dieng Banjarnegara Sejarah dan Asal Usul Tempat Para Dewa

Dieng Banjarnegara : Sejarah dan Asal Usul Tempat Para Dewa

29/06/2025
Itinerary Open Trip Baduy 2 Hari 1 Malam Lengkap dan Terbaru Tournesia

Itinerary Open Trip Baduy 2 Hari 1 Malam Lengkap dan Terbaru

16
Rute ke Baduy Dalam Lewat Ciboleger Panduan Lengkap

Rute ke Baduy Dalam Lewat Ciboleger Panduan Lengkap

14

Harga Open Trip Baduy Paket Wisata Baduy Murah Terbaik

13
Harga Open Trip Baduy 2026

Harga Open Trip Baduy 2026 Terbaru dan Promo Resmi

12
Revitalisasi Keraton Solo Rp150 Miliar, Apa yang Berubah

Revitalisasi Keraton Solo Rp150 Miliar, Apa yang Berubah?

26/09/2026
Adat Baduy Dalam

Adat Baduy Dalam Menyimpan Fakta yang Bikin Penasaran

25/09/2026
Edutrip Soekarno Hatta

Edutrip Soekarno Hatta, Cara Baru Menyusuri Dunia Aviasi

24/09/2026
Harga Tour 3 Negara

Harga Tour 3 Negara Terbaru dan Tips Memilih Paketnya

23/09/2026

Recent News

Revitalisasi Keraton Solo Rp150 Miliar, Apa yang Berubah

Revitalisasi Keraton Solo Rp150 Miliar, Apa yang Berubah?

26/09/2026
Adat Baduy Dalam

Adat Baduy Dalam Menyimpan Fakta yang Bikin Penasaran

25/09/2026
Edutrip Soekarno Hatta

Edutrip Soekarno Hatta, Cara Baru Menyusuri Dunia Aviasi

24/09/2026
Harga Tour 3 Negara

Harga Tour 3 Negara Terbaru dan Tips Memilih Paketnya

23/09/2026
Tournesia Blog – Menuangkan Pengalaman Kedalam Tulisan

TOURNESIA adalah Tour Travel yang memberikan layanan paket wisata keluarga, study tour, family gathering, outing kantor (meeting sambil rekreasi), dan open trip

Follow Us

HUBUNGI KAMI

  • Jl. Anggrek Raya, Perum Pabuaran Indah Blok A.1 No:3, Cibinong – Bogor – Indonesia. 16816
  • 0811-805-304
  • 0811-805-304
  • tournesia.com@gmail.com

MENU

  • Paket Wisata
  • Open Trip
  • Booking
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Blog

DOWNLOAD

  • download android
  • download ios
  • Blog
  • Home
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak Kami
  • Periklanan
  • Tentang Kami

© 2024 Tournesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Index
  • Berita
  • Wisata
  • Kuliner
  • Penginapan
  • Layanan
    • Paket Wisata
    • Open Trip

© 2024 Tournesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In