Bandung — Super Air Jet menambah konektivitas udara dari Bandara Husein Sastranegara melalui penerbangan yang menghubungkan Bandung, Bali, dan Medan. Pembukaan rute ini tidak hanya memperluas pilihan perjalanan langsung, tetapi juga membuka kembali peluang Bandung sebagai titik singgah bagi wisatawan dari berbagai daerah.
Penerbangan perdana disambut di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, pada 18 September 2026. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat mencatat terdapat 170 penumpang dalam penerbangan tersebut. Sebanyak 140 penumpang turun di Bandung, sedangkan penumpang lainnya melanjutkan perjalanan menuju Bali.
Super Air Jet melayani rute Medan atau Kualanamu menuju Bandung setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. Pesawat berangkat dari Kualanamu pukul 06.05 WIB dan tiba di Bandara Husein Sastranegara pukul 08.30 WIB. Penerbangan dengan nomor IU-170 itu kemudian dilanjutkan dari Bandung menuju Denpasar pada pukul 09.10 WIB.
Untuk rute Bandung menuju Bali, penerbangan dijadwalkan berangkat pukul 09.10 WIB dan tiba di Denpasar pukul 11.55 WITA pada hari yang sama. Sementara rute sebaliknya dari Denpasar menuju Bandung beroperasi pukul 17.20 WITA dan dijadwalkan tiba pukul 18.10 WIB.
Selain koneksi ke Bali, layanan penerbangan Bandung menuju Medan tersedia mulai 20 September 2026. Rute IU-171 dijadwalkan lepas landas dari Bandara Husein Sastranegara pukul 19.10 WIB dan tiba di Bandara Internasional Kualanamu pukul 21.40 WIB. Seluruh jadwal tersebut berlaku empat kali dalam sepekan, yakni pada Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu.
Dalam laporan detikTravel, Super Air Jet menggunakan pesawat Airbus A320-200 berkapasitas 180 kursi kelas ekonomi untuk layanan tersebut. Kehadiran rute ini memberi alternatif perjalanan udara bagi masyarakat Jawa Barat menuju Bali maupun Sumatera Utara tanpa perlu transit di bandara lain.
Bali dan Medan juga memiliki arti penting sebagai pintu perjalanan lanjutan. Dari Bali, penumpang dapat melanjutkan perjalanan ke sejumlah kota di Indonesia timur, sedangkan Medan membuka akses menuju beragam tujuan di Sumatera dan jaringan penerbangan internasional yang tersedia dari Kualanamu.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, sebagaimana diberitakan Disparbud Jabar, memandang Bandung memiliki potensi sebagai kota transit yang nyaman. Skala Bandara Husein Sastranegara memungkinkan proses perjalanan yang relatif ringkas, sementara kota Bandung menawarkan pilihan kuliner, akomodasi, dan aktivitas wisata bagi penumpang yang memiliki waktu tunggu.
Bertambahnya rute dari Bandara Husein Sastranegara diharapkan tidak hanya meningkatkan mobilitas warga. Konektivitas baru ini juga berpotensi menggerakkan sektor pendukung pariwisata, mulai dari hotel, restoran, transportasi lokal, hingga pelaku ekonomi kreatif di Kota Bandung dan wilayah Jawa Barat.













