Bukittinggi — Kampung Wisata Tapian Tabiang Barasok di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, berhasil menembus daftar 30 besar Wonderful Indonesia Awards (WIA) 2026. Pencapaian ini menempatkan destinasi berbasis masyarakat tersebut sebagai salah satu wakil Sumatera Barat dalam ajang penghargaan pariwisata tingkat nasional.
Bersama Desa Wisata Simarasok di Kabupaten Agam, Tapian Tabiang Barasok berhasil melalui tahapan seleksi dari ratusan desa dan kampung wisata di Indonesia. WIA merupakan ajang Kementerian Pariwisata untuk mengapresiasi pengembangan destinasi yang inovatif, berkualitas, serta berkelanjutan.
Tapian Tabiang Barasok berada di Kelurahan Bukik Apik Puhun, Kecamatan Guguak Panjang, Kota Bukittinggi. Kawasan ini diresmikan pada 21 Desember 2024 dan tumbuh melalui keterlibatan warga, pemuda, pelaku UMKM, tokoh adat, serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat. Informasi resmi Jadesta Kementerian Pariwisata mencatat destinasi tersebut mengusung pengembangan wisata berbasis masyarakat, budaya, dan kelestarian lingkungan.
Daya tarik utamanya berada pada bentang alam di tepian Ngarai Sianok. Pengunjung dapat menikmati panorama lembah, suasana perbukitan, serta pengalaman wisata yang dipadukan dengan kuliner Minangkabau, kegiatan budaya, dan aktivitas luar ruang.
Nama Tapian Tabiang Barasok sendiri berkaitan dengan sejarah kawasan tebing tersebut. Dalam laporan KlikPositif, kawasan itu dahulu dikenal karena adanya asap yang keluar dari celah tebing. Setelah beberapa peristiwa gempa dan longsor, fenomena tersebut tidak lagi terlihat.
Sebelum dikembangkan sebagai kampung wisata, lokasi ini merupakan area semak belukar. Warga kemudian melihat potensi panorama Ngarai Sianok dan bergotong royong membersihkan serta menata kawasan menjadi tujuan wisata. Semangat tersebut menjadi fondasi pengelolaan Tapian Tabiang Barasok hingga saat ini.
Selain panorama alam, kawasan ini menyediakan sejumlah fasilitas bagi pengunjung, antara lain area parkir, balai pertemuan, kafetaria, musala, kamar mandi umum, jalur trekking, area outbound, spot foto, hingga tempat makan. Tersedia pula beragam atraksi yang memperkenalkan budaya dan kuliner lokal, seperti pencak silat, tambua tansa, pembuatan pisang kapik, marandang kopi, serta karupuak sanjai.
Pilihan aktivitas itu memperkuat konsep pengalaman wisata yang tidak berhenti pada kunjungan menikmati pemandangan. Wisatawan juga dapat mengenal kehidupan masyarakat Minangkabau melalui homestay warga, tradisi, kesenian, dan produk ekonomi kreatif yang dikelola bersama.
Saat peresmian pada Desember 2024, Ketua Pokdarwis Kampung Wisata Tapian Tabiang Barasok, Sutan Rumah Panjang, menyebut pengembangan kawasan itu lahir dari swadaya dan dukungan berbagai unsur masyarakat. Pernyataan tersebut diberitakan oleh Kaba12.
Masuknya Tapian Tabiang Barasok ke 30 besar WIA 2026 menjadi pengakuan atas kerja kolektif masyarakat dalam membangun destinasi. Tahap berikutnya, peserta akan kembali diseleksi untuk menentukan 15 besar sebelum pemilihan pemenang utama.
Pencapaian ini sekaligus membuka peluang lebih luas bagi Tapian Tabiang Barasok untuk memperkenalkan potensi alam, budaya, dan ekonomi kreatif Bukittinggi kepada wisatawan dari berbagai daerah.













